|
via Udemy |
Go to Course: https://www.udemy.com/course/mengelola-data-survey-dengan-utm-di-qgis-334-ltr/
Video tutorial ini dibuat dengan QGIS 3.34 LTR, namun semua versi QGIS 3.xx dapat mengikuti kursus ini.1. Perkenalan Geopackage (.gpkg), GPKG adalah format milik QGIS. Meski format ini relatif baru namun popularitasnya menanjak dengan cepat karena banyak hal yang ditawarkan oleh format ini jauh mengungguli format Shapefile/SHP. GPKG tidak hanya menampung data vektor tapi juga data raster, spreadsheet, data tile tile bahkan mampu menyimpan QGIS Project Document (QGS/QGZ) sehingga GPKG benar-benar mampu membuat suatu lingkungan terisolir bagi sebuah project. GPKG dapat melakukan hal ini karena GPKG didukung oleh basisdata SQLite jadi GPKG bukan hanya sekedar format tapi juga basisdata/database2. Geopackage VS Shapefile.SHP secara de facto, selama 40 tahun telah menjadi format data vektor standar di industri GIS. Ketika SHP pertama sekali diluncurkan, format ini didukung oleh teknologi paling canggih pada saat itu misalnya dukungan basisdata DBF. Saat ini DBF tidak lagi digunakan karena sudah banyak kelemahan disana sini. Format penyimpanan data vektor kemudian di kembangkan lagi dengan masih menggunakan teknologi basisdata sebagai tulang punggung penyimpanan data namun dengan penyesuaian yang jauh lebih baik. Salah satu format penyimpanan data yang dikembangkan oleh QGIS adalah Geopackage/GPKG. GPKG didukung oleh basisdata SQLite yang canggih, ringan dan mudah digunakan. Kita akan head to head untuk membandingkan keunggulan dan kelemahan format SHP dan GPKG.3. Ekspor SHP ke GPKGGPKG mampu membuat feature baru namun pada kesempatan ini kita akan mengekspor data SHP yang sudah ada ke GPKG, selain menghemat waktu, kita juga dapat berlatih. Ada banyak format yang mampu dibaca oleh QGIS dan semuanya dapat di ekspor kedalam GPKG. selain SHP, format data yang populer lainnya adalah KML dan geoJSON.4. Mengolah data survey lapangan dalam bentuk XLS, mengedit dan membersihkan dataSebelum di olah di QGIS, data lapangan dalam format XLS terlebih dahulu dibersihkan/cleaning seperti nama kolom yang tidak boleh ada spasi.5. Ekspor XLS ke CSVSetelah dibersihkan, data XLS di ekspor ke CSV.6. Plotting data sebaran titik survey CSV ke QGIS, data XY dalam Projected System (PCS) yaitu Universal Transverse Mercator/UTM, berformat Meter.Data CSV kemudian ditambahkan dan plotting ke QGIS. Plotting atau menampilkan sebaran titik survey diatas kanvas QGIS dilakukan dengan menggunakan 2 (dua) kolom/field kombinasi X/Longitude/Bujur dan field Y/Latitude/Lintang sebagai titik koordinat bumi lokasi responden survey. Koordinat system yang digunakan dalam kursus kali ini adalah Projected System (PCS) yaitu Universal Transverse Mercator/UTM, berformat Meter.7. Ekspor data plotting ke GPKGSebaran titik survey yang telah di tambahkan di kanvas QGIS tersimpan sementara di memori (temporary layer), untuk membuatnya permanen maka kita akan ekspor data sebaran titik ini ke GPKG8. Membuat model spasial kita akan membuat model spasial dari sebaran titik survey yang telah tersimpan di GPKG. Model spasial ini dapat berbentuk thematik, khoropleth, clustering dan heatmap. Model spasial akan memberikan gambaran lebih jelas bagaimana data ini tersebar berdasarkan data atribut yang diperoleh seperti model spasial usia, model spasial omset perbulan, model spasial omset pertahun dan lainnya.9. Mendesain multi-Layout dalam satu QGIS project document (QGS/QGZ).Keunggulan membuat layout di QGIS adalah multi-Layout. Kita dapat membuat banyak layout/multi-layout hanya dari sebuah QGS. Kita mampu membuat layout untuk masing-masing model spasial di atas hanya dari satu QGS/QGZ yang sama.10. Ekspor layout ke JPG dan PDF