|
via Udemy |
Go to Course: https://www.udemy.com/course/human-security-and-global-politics-part-1/
Dunia Internasional telah menghadapi berbagai isu - isu permasalahan yang mana seiring berjalannya waktu para studi politik global mulai mengkritisi pemahaman keamanan tradisonal yang hanya memfokuskan pada kepentingan keamanan negara dan melantarkan keamanan bagi masyarakatnya. Fenomena isu permasalahan mengenai masyarakat dapat dilihat dari data yang diperoleh oleh Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) pada tahun 2007 yang menemukan bahwa sebanyak 980 juta manusia di negara - negara berkembang hidup dengan penderitaan kemiskinan. Serta tiap tahunnya sebanyak 500.000 Perempuan di dunia mengalami komplikasi perhamilan, terdapat 800.000 manusia diperdagangkan secara lintas batas negara, dan masalah lainnya yang mengancam kehidupan manusia. Oleh karena itu para sarjana hubungan internnasional yang melihat fenomena tersebut menyadari dan melakukan sebuah evaluasi dampak globalisasi terhadap tantanan kehidupan manusia.Isu keamanan terus berkembang seiring kompleksitas tantangan dalam politik global. Keamanan seringkali hanya dimaknai pada secara tradisional yang bersandar pada aspek kedaulatan suatu negara-bangsa. Pengaruh Perang Dingin sangat kuat dalam pemaknaan isu keamanan yang terpusat pada ranah militer. Keamanan juga masih diartikan secara high politic karena masih bergerak pada ranah negara-bangsa sebagai aktor utamanya. Namun, pasca Perang Dingin, agenda keamanan mengalami pergeseran akibat terjadinya sekuritisasi pada isu-isu yang dulunya dianggap pinggiran sehingga dari segi aktor juga mengalami perluasan.Sekuritisasi merupakan proses masuknya isu-isu non-keamanan menjadi agenda keamanan (Buzan, et al., 1996). Sekuritisasi ini banyak dilakukan oleh aktor-aktor non-negara yang kemudian diadopsi atau diadaptasi oleh negara. Konsepsi sekuritisasi kemudian menemukan wadah dan bisa dioperasionalkan pertama kali dalam Human Development Report 1994 yang menegaskan adanya tujuh elemen keamanan: ekonomi, kesehatan, pangan, politik, komunitas, lingkungan, dan personal. Tujuh elemen ini menggambarkan wacana libertarian yang cenderung pada aspek individu dan komunitarian dengan konsepsi pentingnya perlindungan kelompok. Juga interseksi di antara keduanya yang mana komunitas dan individu mempunyai kepentingan sama, yakni pada aspek lingkungan.